
BLOGS PAGE
Alia dimotori oleh para insan kreatif yang memiliki dedikasi di dunia kreatif Indonesia. Plot cerita dikembangkan oleh Pasangan Oyas-Iput dan Djoko Hartanto, dibantu oleh Ronald Wira. Sementara Chris Lie menjadi motor bagi visualisasi karakter dan cerita. Pengerjaan cergam ini merupakan proyek keroyokan yang melibatkan komikus2 muda berbakat seperti Dyotami Febriani, Afif, dan lain-lain.
Bila diruntut proyek ALiA ini telah dipersiapkan sejak awal tahun 2007. Saat itu memang belum diberi nama ALiA. Dimulai dari pertemuan antara Djoko Hartanto, Ronald Wira (majalah concept & babyboss), Chris Lie (Chris Lie studio), Oyasujiwo (Kapten Kilat Khusus, Trio berlima), Hendra (MKI) untuk mejajaki kemungkinan kolaborasi dalam menciptakan komik Indonesia (cergam) yang lebih baik. (Lebih baik disini tidak hanya memiliki konotasi kreatif namun juga menyangkut hal2 bisnis seperti konsistensi waktu terbit, workflow dan distribusi)
Djoko (Concept) mengutarakan paparan bahwa ide tentang suatu komik dengan bisnis model yang lebih liat dengan memasukkan unsur advertising dalam media komik. Djoko juga memberikan rasionalisasi mengapa cergam dengan tema Ratu Adil memiliki peluang yang baik untuk diterima oleh pasar. Pertemuan selanjutnya membicarakan tentang kemungkinan kolaborasi proyek Vaiang. Akhirnya diputuskan cergam bertema Ratu Adil yang akan dikembangkan secara serius sebagai pilot project penerbitan komik “superhero” Indonesia.
Peran publisher sangat penting dalam menciptakan cergam yang baik. Baik dalam hal ini bukan hanya dalam ruang lingkup kualitas seni yang baik, namun juga dalam ruang lingkup bisnis yang lebih luas antara lain distribusi, komitmen menerbitkan secara berkala, dan komitmen untuk berpromosi.
Semoga Concept sebagai publisher majalah desain yang berdedikasi terhadap kreativitas dan kualitas dapat melakukan terobosan baru dalam dunia komik Indonesia. please dukung project ini teman-teman.
ALiA bukanlah proyek yang menggantikan proyek Vaiang. Mengapa akhirnya ALiA dijalankan lebih dahulu? Jawabannya adalah ALiA memiliki satu model bisnis yang lebih liat, dimana thema yang diusung merefleksikan kondisi kegundahan masyarakat Indonesia saat ini. Hipotesisnya suatu komik yang bisa merefleksikan jamannya memiliki chance yang baik untuk diterima oleh pasar.
Hipotesis ini didasarkan pada pengamatan terhadap komik2 yang muncul pasca perang dunia II yang dimenangkan sekutu, dimana komik2 yang muncul terlihat sangat heroik ala Amrik (Superman, GI Joe, Wonderwoman). Hal serupa juga terjadi di tahun 1960-an dimana saat itu X-Men lahir, dan komik tersebut dianggap mendapat pengaruh dari situasi masyarakat yang sedang bergolak karena isu rasisme. Selain itu ALiA juga memiliki setting waktu masa sekarang, sehingga membuatnya lebih ideal untuk ditawarkan pada para sponsor.
Cerita dan karakter ALiA digarap oleh pasangan Oyas-Iput (MKI) bersama mas Djoko dari Concept. Setelah digarap sekitar 6 bulan lebih akhirnya tercipta satu plot yang tak dapat diduga dan memiliki alur cerita yang baik. Penasaran?
Sketsa empat tokoh dalam cergam Alia oleh Chris Lie. Awalnya ksatria dibuat dengan postur tubuh super berotot. Disini siluman dibuat dalam posisi muka yang tak pernah kelihatan.
Welcome to Alia Blog. Feel free to join and share you thought about Alia Comic. All comments are also welcomed.











































